Ditulis dalam APSI | Tinggalkan sebuah Komentar »
Tugas Minggu ke- 3
- Analisis kebutuhan
Dalam perancangan sistem aplikasi khususnya pengelolaan sistem penjualan. Informasi yang sangat diperlukan adalah seberapa jauh pihak perusahaan menginginkan output yang dihasilkan dari aplikasi tersebut. Dalam hal ini output yang dilperlukan oleh perusahaan diantarannya laporan sirkulasi penjualan , dan laporan stok barang pada perusahaan tersebut. Untuk itu informasi dibutuhkan dalam perancangan sistem ini adalah bagaimana seorang karyawan menginput barang dalam toko dan bagaimana proses transaksi penjualan dilakukan. Informasi ini tentunya berhubungan jumlah persediaan yang ada pada perusahaan tersebut.
- Identifikasi Kebutuhan
Agar aplikasi dapat berjalan dengan lancar, maka ada beberapa hal yang pelu dilakukan dalam penanganan transaksi pada AQUA MAS2 yaitu:
- Untuk dapat mempermudah penginputan data barang, maka setiap melakukan pembelian barang, hendaknya diminta faktur dari penjualnya.
- Untuk melihat jumlah barang yang tersedia, hendaknya dilakukan pencetakan terhadap data jumlah barang yang tersedia setiap seminggu sekali. Hal ini dilakukan guna memudahkan untuk penyediaan barang.
- Untuk mengetahui jumlah penjualan perbulan, maupun perhari, hendaknya dilakukan pencetakkan terhadap laporan penjualan. Hal ini dilakukan agar manager dapat melihat seberapa besar penjualan telah dilakukan.
Dari uraian diatas dapat simpulkan ada beberapa hal yang menjadi kebutuhan dalam sistem yang diusulkan:
- Kebutuhan : Pencetakan laporan data barang
Masalah : Sulitnya mengetahui jumlah barang yang ada
Usulan : Disediakannya informasi jumlah barang yang ada
- Kebutuhan : Pencetakkan nota penjualan
Masalah : Tidak adanya faktur penjualan
Usulan : Setiap terjadi transaksi penjualan hendaknya disertakan dengan faktur penjualan
- Kebutuhan : Pencetakkan laporan penjualan
Masalah : Tidak adanya laporan penjualan per periode
Usulan : Setiap sebulan sekali hendaknya dilakukan pencetakkan terhadap laporan penjualan
- Rancangan Anlisis yang digunakan :
- ADMIN
Admin bertanggung jawab dan berwenangan mengakses
1.Data barang
2.Laporan stok barang
3.Pencarian data, edit item dan pembayaran
3. Mengawasi semua transaksi yang terjadi
- Kasir
1.Melihat data barang
2.Mengecek stok barang
3.Edit, hapus item barang dan laporan penjualan
4.Login sebagai kasir
- Metode yang digunakan
Metode yang digunakan dalam mengumpulkan informasi ini adalah observasi. Metode observasi sangat membantu dalam penelitian karena aplikasi yang kita buat kita sesuaikan dengan kebutuhan subjek perusahaan, kondisi dan situasi yang cocok untuk menggunakan aplikasi yang kita rancang. Pengamatan kita lakukan secara langsung dalam jangka waktu yang telah disesuaikan agar prose pengematan yang dilakukan tidak bias kita membuat catatan kecil dan ringkasan berdasarkan recor-record yang sudah diobsevasi.
Hasil dari pengamatan akan diuji sesuai dengan masalah yangdap dihadapi dengan melakukan pendekatan observasi. Berbagai masalah akan timbul, namun dalam hal ini bukan bagaimana kita menghilang masalah yang timbul namun bagaimana mencari solusi yang baik demi perbaikan yang berkelanjutan dan rasa percaya yang baik antara peneliti dengan objek yang diteliti.
- Data Flow Diagram(DFD)
Gambar 3.6. Data Flow Diagram
Ditulis dalam APSI | Tinggalkan sebuah Komentar »
BAB 4 ANALISIS KEBUTUHAN (REQUIREMENT ANALYSIS)
Dalam melakukan tahap ini akan dicapai 4 tujuan, yaitu :
a. Menjelaskan sistem saat ini secara lengkap.
b. Menggambarkan sistem informasi yang ideal.
c. Membawa sistem informasi yang ideal ke kondisi saat ini dengan memperhatikan kendala sumber daya.
d. Memberi dorongan terhadap keyakinan pemakai ke dalam team pengembangan sistem.
Tahap requirement analysis adalah tahap interaksi intensif antara analis sistem dengan komunitas pemakai sistem (end-user), dimana team pengembangan sistem menunjukkan keahliannya untuk mendapatkan tanggapan dan kepercayaan pemakai, sehingga mendapat partisipasi yang baik.
KEINGINAN PEMAKAI
Tahap awal dalam requirement system adalah melakukan survey terhadap keinginan pemakai dan menjelaskan sistem informasi yang ideal.
Ideal disini merupakan konsep daripada kenyataan, artinya bahwa tidak ada sistem yang ideal (tidak ada sistem informasi yang sempurna) tetapi bersifat subyektif saja. Kalau hal ini tidak dijelaskan secara mendalam dapat menimbulkan perbedaan pandangan atau akan mengecewakan end-user.
METODE ANALISIS KEBUTUHAN
Perlu pemilihan metode pengumpulan data yang tepat selama melakukan requirement system. Metode tersebut adalah interviews, questionnaires, observation, procedure analysis, dan document survey.
Setiap metode akan dijelaskan secara mendalam sebagai berikut:
Tanya jawab (Interviews)
a. Bagaimana metode itu digunakan.
- Pemilihan potential interviewees.
- Membuat perjanjian terhadap potential interview
- Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
- Memilih person yang di interview secara pribadi dan merekamnya.
b. Target dari metode.
- Kunci pribadi dalam proses DFD.
- Kadangkala melibatkan orang luar, seperti pelanggan atau vendors.
c. Keuntungan metode.
- Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan dan menyesuaikannya sesuai situasi yang terjadi.
- Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti mengapa anda berpikir hal ini dapat terjadi ?.
- Menunjukkan kesan interviewer secara pribadi.
- Memunculkan respons yang tinggi sejak penyusunan pertemuan.
d. Kerugian metode.
- Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
- Membutuhkan pelatihan dan pengalaman khusus dari pewawancara.
- Sulit membandingkan laporan wawancara karena subyektivitas alamiah.
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
- Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personel kunci.
- Test kredibilitas dari interviewees.
- Mencari interview yang unsureness atau contradictions.
- Memantapkan kredibilitas team.
Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu objektives, audience, format, weighting dan combining responses, and docummentation.
Kuesioner (Questionnaires)
a. Bagaimana metode itu digunakan.
- Mendisain dengan menggunakan standar kuesioner.
- Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
- Struktur respon diringkas dalam statistik distribusi.
b. Target dari metode
- Semua end-user dengan wawasannya akan dilibatkan dalam proses solusi pemecahan sistem.
- End-user dihubungkan dengan proses pemakaian simbol-simbol dalam DFD.
c. Keuntungan metode.
- Murah dan cepat dari pada interviews.
- Tidak membutuhkan investigator yang terlatih (hanya satu ahli yang dibutuhkan untuk mendesain kuesioner untuk end-user yang terpilih.
- Mudah untuk mensintesis hasil sejak pembuatan kuesioner.
- Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua end-user.
d. Kerugian metode.
- Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end-user.
- Analis melibatkan kesan sehingga tidak dapat menampakkan pribadi end-user.
- Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan yang kuat untuk mengembalikan kuesioner.
- Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara spesifik.
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
- Pertanyaannya sederhana, dan tidak memiliki arti mendua.
- Membutuhkan wawasan yang luas dari end-user.
- Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.
Observasi (Observation)
a. Bagaimana metode itu digunakan.
- Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
- Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk volumen dan pengolahan lembar kerja.
b. Target dari metode.
- Lokasi proses secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow Diagram)
c. Keuntungan metode.
- Mendapatkan fakta records daripada pendapat (opinion).
- Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
- Tidak menganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-users tidak mengetahui bahwa mereka sedang diamati).
- Analis tidak bergantung pada penjelasan lisan dari end-users.
d. Kerugian metode
- Jika terlihat, analis mungkin mengubah operasi (end-user merasa diamati).
- Dalam jangka panjang, fakta yang diperoleh dalam satu observasi mungkin tidak tepat (representative) dalam kondisi harian atau mingguan.
- Membutuhkan pengalaman dan kehlian khusus dari analis.
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
- Membutuhkan gambaran kuantitatif seperti waktu, volume dan sebagainya.
- Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian yang sebenarnya tidak terjadi (dibuat-buat).
PROSEDUR ANALISIS (PROCEDURE ANALYSIS)
a. Bagaimana metode itu digunakan.
- Dengan prosedur operasi dapat mempelajari dan mengidentifikasikan aliran dokumen kunci melalui sistem informasi, yaitu dengan data flow diagram (DFD).
- Setiap aliran dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi sistem.
- Melalui observasi, analis mempelajari kenyataan daripada mendeskripsikan volume distribusi (tinggi, rendah, sedang) dan apa yang selanjutnya dikerjakan terhadap salinan dari dokumen aslinya.
b. Target dari metode.
- Dokumen utama dalam DFD (Data Flow Diagram)
- Proses dalam DFD.
c. Keuntungan metode.
- Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan (interferences) yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi pemakai.
- Prosedur aliran dapat dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk melakukan observasi.
d. Kerugian metode.
- Prosedure mungkin tidak lengkap dan tidak -up to date lagi.
- Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan keahlian analis.
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
- Memutuskan apakah masalah kegagalan sistem dapat membantu perancangan yang baik.
- Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
- Mendeskripsikan aliran dokumen yang menganggu kerjanya fungsi.
PENGAMATAN DOKUMEN (DOCUMENT SURVEY)
a. Bagaimana metode itu digunakan
- Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan (physical data flow diagram).
- Mengumpulkan salinan dokumen aktual dan laporan.
- Setiap dokumen atau laporan, digunakan untuk record data, meliputi field (ukuran dan tipe), frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya (coding structure).
b. Target dari metode.
- Aliran data kunci ditunjukkan dalam data flow diagram (DFD).
c. Keuntungan metode.
- Meminimalkan interupsi dari fungsi operasionalnya.
- Permulaan elemen kamus data.
- Seringkali, dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.
d. Kerugian metode
- Membutuhkan waktu yang cukup (terdapat organisasi bisnis yang mengalami kebanjiran dokumen dan laporan).
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
- Harus dikerjakan jika sebuah sistem akan didesain (selama kegiatan analisis, dalam memperjelas desain sistem yang baru dan analisis dokumen dapat membantu untuk menentukan tugas perancangan selanjutnya).
SAMPLING
Sampling dapat membantu mengurangi waktu dan biaya. Perlu kecermatan untuk memilih sample dari populasi, sehingga membutuhkan keahlian statistik supaya tidak mengalami kegagalan atau ancaman.
Kendala sumber Daya
a. Waktu
b. Uang
c. Keahlian
d. Teknologi
e. Faktor ekternal
DOKUMEN ANALISIS KEBUTUHAN
a. Arahan (conduct) analisis
- Hubungan dengan pemakai akhir
- Menganalisa records, forms dan laporan
- Pengamatan proses.
b. Kebutuhan pemakai.
- Apa yang menjadi kebutuhan sebenarnya.
- Pengaruh sistem baru.
c. Kendala sistem.
- Menjelaskan kendala waktu, biaya, keahlian, teknologi dan faktor ekternal.
- Realistik sistem.
d. Dokumentasi.
- Intrumen pengumpulan data (kebutuhan kuesioner, interview).
- Aliran data secara logikal dan phisik.
- Element awal dalam kamus data.
Kesimpulannya :
BAB 4 ANALISIS KEBUTUHAN (REQUIREMENT ANALYSIS)
-
Dalam melakukan tahap ini akan dicapai 4 tujuan, yaitu :
a. Menjelaskan sistem saat ini secara lengkap.
b. Menggambarkan sistem informasi yang ideal.
c. Membawa sistem informasi yang ideal ke kondisi saat ini dengan memperhatikan kendala sumber daya.
d. Memberi dorongan terhadap keyakinan pemakai ke dalam team pengembangan sistem.
-
Tahap awal dalam requirement system adalah melakukan survey terhadap keinginan pemakai dan menjelaskan sistem informasi yang ideal.
-
Perlu pemilihan metode pengumpulan data yang tepat selama melakukan requirement system. Metode tersebut adalah interviews, questionnaires, observation, procedure analysis, dan document survey.
-
Tanya jawab (Interviews)
a. Bagaimana metode itu digunakan.
b. Target dari metode.
c. Keuntungan metode.
d. Kerugian metode.
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
-
Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu objektives, audience, format, weighting dan combining responses, and docummentation.
-
Kuesioner (Questionnaires)
a. Bagaimana metode itu digunakan.
b. Target dari metode
c. Keuntungan metode.
d. Kerugian metode.
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
-
Observasi (Observation)
a. Bagaimana metode itu digunakan.
b. Target dari metode.
c. Keuntungan metode.
d. Kerugian metode
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
-
PROSEDUR ANALISIS (PROCEDURE ANALYSIS)
a. Bagaimana metode itu digunakan.
b. Target dari metode.
c. Keuntungan metode.
d. Kerugian metode.
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
-
PENGAMATAN DOKUMEN (DOCUMENT SURVEY)
a. Bagaimana metode itu digunakan
b. Target dari metode.
c. Keuntungan metode.
d. Kerugian metode
e. Kapan metode tersebut baik digunakan.
-
SAMPLING
Sampling dapat membantu mengurangi waktu dan biaya. Perlu kecermatan untuk memilih sample dari populasi, sehingga membutuhkan keahlian statistik supaya tidak mengalami kegagalan atau ancaman.
Kendala sumber Daya
a. Waktu
b. Uang
c. Keahlian
d. Teknologi
e. Faktor ekternal
-
DOKUMEN ANALISIS KEBUTUHAN
-
1. Arahan (conduct) analisis
-
Hubungan dengan pemakai akhir
-
Menganalisa records, forms dan laporan
-
Pengamatan proses.
-
2. Kebutuhan pemakai.
-
Apa yang menjadi kebutuhan sebenarnya.
-
Pengaruh sistem baru.
-
3. Kendala sistem.
-
Menjelaskan kendala waktu, biaya, keahlian, teknologi dan faktor ekternal.
-
Realistik sistem.
-
4. Dokumentasi.
-
Intrumen pengumpulan data (kebutuhan kuesioner, interview).
-
Aliran data secara logikal dan phisik.
-
Element awal dalam kamus data.
Ditulis dalam APSI | Tinggalkan sebuah Komentar »
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Persediaan adalah salah satu elemen modal kerja, seperti halnya dengan kas, surat-surat berharga dan piutang, merupakan aktiva yang selalu bergerak dan selalu mengalami perubahan, seiring dengan tingkat aktivitas perusahaan. Tanpa adanya persediaan, maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumennya. Konsumen yang tidak terpenuhi kebutuhannya, akan beralih pada perusahaan lain. Akan tetapi, bila persediaan juga jumlahnya terlalu banyak maka perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan dana yang tertanam dalam persediaan.
Pengelolaan persediaan merupakan sebuah mekanisme yang penting bagi sebuah perusahaan, mengkomunikasikan data ke berbagai pihak, menyimpan dan memproses serta menyajikannya dalam berbagai bentuk laporan juga sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan, atau badan usaha lain termasuk Perusahaan.
Perusahaan Aqua Mas dalam melakukan pengelolaan persediaan barang, khususnya barang menggunakan metode masuk pertama keluar pertama (FIFO). Perusahaan Aqua Mas memakai sistem FIFO karena telah kita ketahui sistem ini yang sering dipakai atau digunakan oleh perusahaan atau badan usaha lain seperti Perusahaan mengapa demikian, karena sistem ini dapat mengurangi kerugian dan kerusakan barang karena barang yang pertama dibeli akan pertama juga keluar atau dijual. Dalam melakukan pengelolaan persediaan Perusahaan Aqua Mas masih mengalami kesulitan, karena masih menggunakan pengelolaan
persediaan secara manual belum menggunakan komputerisasi. Maka faktor di atas menjadi penyebab dalam hal:
- Kemudahan dalam pengecekan persediaan barang
- Kecepatan dalam melakukan pengolahan data
- Kecepatan dan ketepatan dalam melakukan input data barang
- Keakuratan menampilkan data laporan tanpa ada kesalahan
Dengan menggunakan program komputer maka dapat mempercepat dan mempermudah kinerja sebuah perusahaan atau Perusahaan. Perancangan sistem ini dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Disamping itu, dalam melakukan pembuatan sistem atau perancangan harus akurat dan sistematis. Karena perancangan sistem yang kurang akurat dan sistematis dapat menyulitkan pengguna dalam melakukan akses data sebuah perusahaan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perancangan yang sederhana dan dapat dipahami oleh pengguna yang masih belum terlalu mengerti atau masih awam.
Berdasarkan uraian masalah diatas maka penulis mengangkat judul proyek akhir yaitu PERANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BARANG PADA PERUSAHAAN AQUA MAS .
1.2.Identifikasi Masalah
Dari uraian diatas, pada dasarnya sebuah Perusahaan atau perusahaan memiliki sumber pemasukan yang berbeda-beda. Dalam hal ini Perusahaan Aqua Mas memiliki sumber pemasukan yang cukup untuk melakukan perputaran usaha penjualan barang nya secara rutin dan terus menerus yang dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas Perusahaan.
Namun, kenyataan yang terjadi tidak selamanya Perusahaan yang tingkat pemasukan / penjualannya tinggi mempunyai produktivitas yang tinggi karena apabila sebuah Perusahaan dalam melakukan perhitungan atau menampilkan hasil dari penjualan barangnya selalu mengalami kendala maka sama saja Perusahaan tersebut memiliki kinerja yang kurang akurat dalam hal perhitungan persediaan barang dan penyajian laporan keuangan.
1.3.Pembatasan Masalah
- Dari sekian banyak masalah yang terjadi pada Perusahaan Aqua Mas , masalah persediaan barang yang menjadi aspek utama dan akan dibahas dalam proyek akhir ini. Jadi proyek akhir ini lebih terfokus pada masalah persediaan barang diantaranya:
- Penyediaan laporan persediaan barang
- Penyediaan laporan barang masuk barang
- Penyediaan laporan barang keluar barang
Dari kegiatan diatas, proyek akhir ini menekankan kepada pembuatan sistem persediaan yang berbasis program komputer yang dapat langsung mencetak laporan persediaan dan laporan rincian barang e yang nantinya dapat mempermudah dalam melakukan penyusunan laporan keuangan. Program ini tidak meyediakan pembuatan perhitungan harga pokok persediaan dan laporan keuangan sedangkan laporan pembelian dan penjualan diatas hanyalah sebagai penunjang dari program persediaan ini untuk mengetahui jumlah barang yang masih tersimpan dan telah laku terjual
1.4.Perumusan Masalah
Dari uraian diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
- Perusahaan Aqua Mas belum membuat sistem persediaan dengan sistem komputerisasi
- Perusahaan Aqua Mas mengalami kendala dalam menyajikan laporan persediaan barang dalam setiap bulannya
1.5.Tujuan Proyek Akhir
Tujuan penulisan proyek akhir ini adalah sebagai berikut:
- Untuk menerapkan perancangan sistem persediaan berbasis komputer pada Perusahaan Aqua Mas
- Merancang sistem secara persediaan fisik maupun fungsi-fungsi lainnya.
1.6.Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari perancangan sistem persediaan ini adalah sebaga berikut:
- karyawan dapat dengan mudah menyediakan laporan persediaan barang dalam setiap bulannya dengan cepat dan akurat.
- Agar para karyawan dapat dengan mudah mengentry barang-barang dagangan khususya barang kedalam tabel persediaan barang dagangan.
- Pemilik perusahaan dapat mengetahui sejauh mana tingkat penjualan Perusahaannya.
- Karyawan yang bertugas pada bagian gudang dapat dengan mudah melakukan perhitungan fisik dan pengecekan jumlah persediaan barang.
Ditulis dalam Progrees Proyek Akhir | Tinggalkan sebuah Komentar »
Bab 1
Asumsi Peranan Penganalisis Sistem
Systems Analysis and Design
Kendall and Kendall
Fifth Edition
A. Sistem informasi
Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya.dalam system informasi Biaya dihubungkan dengan proses informasi dalam Proses Informasi harus daiatur untuk mendapatkan keunggulan potensial informasi
Siistem Informasi Ada Delapan Kategori Sistem Informasi yaitu :
-
Transaction processing systems (TPS)
-
Office automation systems (OAS)
-
Knowledge work systems (KWS)
-
Management information systems (MIS)
-
Decision support systems (DSS)
-
Expert systems (ES)
-
Group decision support systems (GDSS)
-
Executive support systems (EES)
B. Analisa dan perancangan system
Analisa dan perancangan sistem adalah sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi masalah, kesempatan, tujuan; analisa aliran informasi organisasi; dan merancang sistem informasi terkomputer untuk menyelesaikan sebuah masalah
Analisis Sistem berfungsi sebagai
-
Konsultan bisnis
-
Men-support para expert dalam bisnis
-
Agen Perubahan
-
Analis Sistem adalah problem solvers, dan membutuhkan keahlian komunikasi
-
Analis Sistem harus beretika dengan user dan konsumen
C. Siklus Hidup Pengembangan system
-
Analisis Sistem berfungsi sebagai
-
Konsultan bisnis
-
Men-support para expert dalam bisnis
-
Agen Perubahan
-
-
Analis Sistem adalah problem solvers, dan membutuhkan keahlian komunikasi
-
Analis Sistem harus beretika dengan user dan konsumen
Fase 1
-
Pengenalan
-
Masalah
-
Kesempatan
-
Tujuan
-
Keterlibatan personal
-
Analis Sistem
-
Manajemen user
-
Manajemen sistem
-
-
Fase 2
-
Menentukan kebutuhan informasi
-
Interview manajemen, operasi dan personal
-
Mengumulkan dokumen sistem / operasi
-
Menggunakan quesioner
-
Mengamati sistem dan keterlibatan personal
-
Mengunakan pertanyaan who, what, where, when, how, dan why
-
-
Keterlibatan personal
-
Analis sistem
-
Manajemen user
-
Pekerja operasi
-
Manajemen sistem
-
Fase 3
-
Analisa Kebutuhan Sistem
-
Membuat data flow diagrams
-
Dokumen prosedur logik untuk proses data flow diagram
-
Melengkapi Kamus data / data dictionary
-
Membuat keputusan semistruktur
-
Mempersiapkan dan mempresentasikan proposal sistem
-
Merekomendasikan solusi optimal ke manajemen
-
-
Keterlibatan personal
-
Analis sistem
-
Manajemen user
-
Manajemen sistem
-
Fase 4
-
Merancang sistem yang direkomendasikan
-
Melakukan disain user interface
-
- Disain output
- Disain input
-
-
Disain control sistem
-
Disain file dan atau database
-
Menghasilkan spesifikasi program
-
Menhasilkan tabel atau pohon keputusan
-
-
Personnel involved
-
Analyst
-
System designer
-
User management
-
User operations workers
-
Systems management
-
Fase 5
-
Mengembangkan dan mendokumentasikan program
-
Disain program komputer menggunakan structure charts, Nassi-Schneiderman charts, and pseudocode
-
Pembuatan disain program
-
Pembuatan program komputer
-
Dokumentasi software dengan help files, procedure manuals, dan Web sites dengan Frequently Asked Questions
-
-
Keterlibatan Personal
-
Analis Sistem
-
Disainer sistem
-
Programmers
-
Manajemen sistem
-
Fase 6
-
Testing dan Implementasi sistem
-
Test and debug program komputer
-
Test sistem komputer
-
Peningkatan sistem
-
-
Keterlibatan personal
-
Analis Sistem
-
Disainer Sistem
-
Programer
-
Manajemen Sistem
-
Fase 7
-
Implementasi dan evaluasi sistem
-
Konversi Rencana
-
Pelatihan user
-
Pembelian dan installasi perangkat baru
-
Meng-Convert files
-
Installasi sistem
-
Melakukan Review and evaluasi sistem
-
-
Keterlibatan personal
-
Analis sistem
-
Disainer sistem
-
Programmer
-
Manajemen user
-
Pekerja operasi
-
Manajemen sistem
-
D. Rapid Application development (RAD)
Rapid Aplication development adalah pendekatan orientasi objek untuk pengembangan system. Dalam RAD ada beberapa tingkatan yaitu :
Maintenace
-
Maintenance sistem adalah
-
Menghilangkan error yang tidak terdeteksi, dan
-
Meningkatkan software yang ada
-
-
Waktu yang dihabiskan pada maintenance biasanya berkisar 48-60 persen dari waktu total
Peningkatan system
Sistem yang ditingkatkan dengan alasan berikut :
-
-
Menambah fitur tambahan pada sistem
-
Kebutuhan Bisnis dan pemerintah berubah setiap waktu
-
Teknologi, hardware, dan software berubah sangat cepat
-
Reverse engeneering
-
Reverse engineering adalah men- generate disain CASE dari kode program komputer
-
Kode Sumber / Source code diamati, dianalisa, dan dikonversikan ke dalam entitas gudang.
Analisa dan perancangan system berorientasi obyek
-
Analisa dan disain berorientasi Obyek / Object-oriented (O-O) digunakan untuk membuat program berorientasi obyek
-
Pemrograman O-O tidak hanya mencangkup kode tentang data, namun juga instruksi tentang operasi yang harus ditampilkan atasnya
Tipe analisa dan desain O-O
Ada tiga tipe analisa dan disain O-O :
-
-
Analisa berorientasi Obyek / Object-oriented analysis (OOA)
-
Disain berorientasi obyek / Object-oriented design (OOD)
-
Unified Modeling Language (UML),Suatu bahasa standrd pemodelan berorientasi Obyek
-
Analisa dan desain alami
-
Analisa dan disain terstruktur menampilkan suatu pendekatan sistematis pengembangan sistem dalam suatu siklus alami
-
Pendeteksian error Analisa dan disain pada fase yang lebih tinggi dalam siklus hidup pengembangan sistem akan menimbulkan biaya yang lebih banyak untuk perbaikannya dibandingkan dengan pendeteksian pada fase lebih awal
Metodologi alternative
-
Metodologi alternatif adalah tersedia untuk analisa sistem
-
Diantaranya
-
Prototyping
-
ETHICS
-
Project champions
-
Soft Systems Methodology
-
Multi-view
-
Ditulis dalam APSI | Tinggalkan sebuah Komentar »
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »